Rabu, 30 Januari 2019

pemekaran wilayah kab. brebes

BREBES - Adanya hasil kajian ilmiah untuk pemekaran Brebes wilayah selatan disambut gembira oleh Presidium pemekaran. Menurut perwakilan Presidium Pemekaran Karim Nagib, hasil ini disambut baik karena sebelumnya telah ditunggu lama.
"Alhamdulillah apabila memang infonya benar bahwa hasil Kajian Ilmiah Undip telah menyatakan Brebes selatan berpotensi untuk dimekarkan," katanya, Jumat 9 Maret 2018.Dia mengungkapkan, dengan hasil ini berarti seluruh persyaratan Brebes wilayah selatan untuk mekar telah terpenuhi. Sebab, pada proses pemekaran yang lalu, hasil kajian ilmiah menjadi hal yang mengganjal dalam proses pemekaran."Dari dulu perjuangan dari presidium dan masyarakat brebes selatan memang terganjal oleh itu (kajian ilmiah, red)," jelasnya.Karim membayangkan, apabila pemekaran terwujud, akan memakmurkan seluruh masyarakat di Kabupaten Brebes yang sekarang. Pasalnya, dengan pemekaran akan meningkatkan kualitas pelayanan, ekonomi, dan tata pemerintahan."Saya kira bukan hanya masyarakat brebes selatan saja yang menyambut baik. Masyarakat Brebes utara juga akan senang. Ekonomi masyarakat meningkat, pelayanan publik menjadi mudah, dan pengawasan pembangungan juga menjadi lebih baik," terang dia kepada Panturapost.id.Dia berasumsi, selama ini masyarakat di enam kecamatan sudah banyak menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan. Biaya itu, lanjut Karim praktis telah habis saat jalan."Bayangkan saja satu orang Salem harus menempuh jarak berpuluh-puluh kilometer hanya untuk mengurus akta lahir atau ktp misalnya. Berapa biaya transportasinya itu?," tandasnya.Kendati demikian, hasil ini belumlah final. Karim mengajak seluruh elemen masyarakat di brebes wilayah selatan mengawal perkembangan pemekaran ke tingkat provinsi hingga pusat."Draft yang sudah ditandatangani oleh Bupati dan Ketua DPRD Brebes juga akan kita kawal di tingkat provinsi. Selain itu, kita juga akan berkomunikasi dengan perwakilan dari DPD saat draft masuk di pusat," terangnya.
Share:

Kuli Bangunan

    Kuli bangunan adalah pekerja yang mempunyai tugas membuat bangunan,baik itu rumah, sekolahan, tempat ibadah dan sebagainya.
pekerjaan di bidang ini terdiri dari tukang dan kenek. tukang  bertugas  membuat konsep bangunan dan  bertanggungjawab sampai selesai bangunan itu di buat, sedangkan kenek bertugas hanya membantu pekerjaan tukang, ngaduk pasir ama semen dan  bongkar muat material bahan bangunan.
   Masyarakat di desa desa di kecamatan wanasari kebanyakan bekerja menjadi kuli bangunan.  Pa Untung adalah salah satu contoh warga Siasem yang bekerja di sektor ini. untuk upah kuli bangunan dalam waktu sehari dari jam 07.00 - 16.00   tukang 100.000 , kenek 80.000.  itu tarif jika mereka bekerja bikin rumah  milik perseorangan dan yang punya hajat ngasi makan , snack, kopi dan rokok.
tarif berbeda jika para pekerja tidak mendapatkan makan , rokok dan snack, masyarakat setempat menyebutnya dengan sistem lagis, tarif untuk tukang  mencapai  120.000 dan kenek 100.000.
Share:

Selasa, 29 Januari 2019

Mutik Bawang

 
Mutik bawang adalah kegiatan sehari hari masyarakat kecamatan wanasari, khususnya bagi ibu ibu.
Mutik adalah bahasa asli orang wanasari yang berarti  membersihkan bawang dari tanah dan kotoran   yang menempel di biji bawangnya.
masyarakat sekitar memang pekerjaan utamanya adalah bertani menanam bawang merah, sehingga pada saat panen , hasil panen dari lahan ini perlu di rapikan.
Bawang yang bernilai mahal memang yang terlihat bagus, bersih, terlihat dari luar besar besar dan tidak terkena hama. proses membersihkan dan memilah yang kecil dan yang besar  inilah yang di sebut dengan mutik bawang.
   Sebagai contoh di masyarakat yang berprofesi sebagai buruh mutik bawang adalah ibu SUPI .
Beliau adalah masyarakat desa siasem  di RT 02 RW 07 , setiap hari ia mutik bawang milik Bapak H.Warto. Untuk penghasilan mutik bawang tergantung dari hasil yang di dapat dalam satu hari.
untuk ibu Supi sehari kadang dapat 20.000 - 30.000 .
    Secara umum memang masyarakat di desa desa  di kecamatan wanasari berprofesi  buruh mutik bawang. hal ini udah berjalan dari turun temurun.
Share:

BTemplates.com